Monday, October 31, 2011
MAWAR KU - EDDIE DAN HAMIDAH AHMAD
lagu ini menjadi kegilaan saya suatu masa dulu.Waktu itu saya masih kecil lagi.Sering saya melagukan lagu ini.tapi saya tidak berani menyanyi didapur.Pesan oran tua .nanti dapat suami tua.Landsung tak releven alasannya.Dulu adat sopan memang dijagai.sekarang ank sentiasa berearphone dimana saja berada...zaman berubah dan arusnya juga bertukar warna....
Sunday, October 30, 2011
Ebiet G Ade-Menjaring Matahari
saya teringat seseorang yang menanggisi kesedihan hatinya dikala rasa dipermainkan oleh ungkapan bersurat.lagu ini menjadi latar belakang ketika saya tekun berkongsi perasaan itu.dingin malam yang tiba menjadi kejam.
mungkin kamu sudah lupa.saya biarkan air mata itu menitis kerana saya tiada apa apa untuk mengelapnya.Hanya daun daun kering dihujung jari yang lumat berkecai menjadi terjemahan dimalam sunyi itu.
sesekali terasa dihargai sebagai kawan.sesekali terasa dibuang sekali kenangan..sedangkan dalam hati adalah wajah sayu yang tidak akan hilang........
Wednesday, October 26, 2011
Tuesday, October 25, 2011
Tuesday, August 2, 2011
wajah
dalam tadahan tangan dari dada kepencipta
dalam lerekan dan kerlipan mata
dalam helaan nafas dan gema
dimana mana dalam mana mana
wajah mu ada
dalam setiap ruang
tertanya pada doa
petanda apa bakal menjelma
tidak meminta datangnya berirama
menjauhi bagai tertelan duri
berdiri seakan mati
berlari seakan diekori
dayaku hanya pada Mu Pencipta
beri izinmu seketika
Melbuhkan tirai bersama
Menyelimuti kegusaran jiwa.
dalam lerekan dan kerlipan mata
dalam helaan nafas dan gema
dimana mana dalam mana mana
wajah mu ada
dalam setiap ruang
tertanya pada doa
petanda apa bakal menjelma
tidak meminta datangnya berirama
menjauhi bagai tertelan duri
berdiri seakan mati
berlari seakan diekori
dayaku hanya pada Mu Pencipta
beri izinmu seketika
Melbuhkan tirai bersama
Menyelimuti kegusaran jiwa.
Wednesday, July 20, 2011
mengurung kerinduan
tertiris juga luka yang sekian lama disimpan
darah yang tertulis nama mu
mengukir beku dalam pelusuk hati
tak tercapai mengapai hujung bayangmu
menghilang bagai kabus pagi
tertitis juga airmata yang tergenang
aliran yang menuruni pipi tanpa henti
mengukir namamu dalam hati berkali kali
tak tercapai mengapai jasadmu dimana mana
mengurung kerinduan bagai dihukum karma
darah yang tertulis nama mu
mengukir beku dalam pelusuk hati
tak tercapai mengapai hujung bayangmu
menghilang bagai kabus pagi
tertitis juga airmata yang tergenang
aliran yang menuruni pipi tanpa henti
mengukir namamu dalam hati berkali kali
tak tercapai mengapai jasadmu dimana mana
mengurung kerinduan bagai dihukum karma
Sunday, July 17, 2011
keciciran dalam bendungan
dia yang kau lihat
dalam heretan beban
tidak terpikul dibahu
berciciran dijalanan
segalanya telah kau baca
mentelah jiwaraga
tanpa dapat dibendung
setelah kaki tersandung
beban bawaan perasaan
yang tak terluahkan
dia yang kau dimatanya
tidak ketentuan
membawa sarat
kini tercicir dimana mana
paling luka mengutip sebuah malu
yang bertaburan dalam senyuman
tergadainya perjuangan jihat hati
setelah tidak terbendung lagi....
Subscribe to:
Posts (Atom)
